Suka Duka Belajar Selama Pandemi Covid 19

Suka Duka Belajar Selama Pandemi Covid 19 – Homeschooling adalah pengalaman baru bagi guru dan siswa, termasuk administrator siswa. Dia mengalami banyak suka dan duka (Gambar: Shutterstock)

Jakarta: Pelajar di Indonesia belajar di rumah sejak 19 Maret 2020. Kebijakan ini ditetapkan pemerintah sebagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Suka Duka Belajar Selama Pandemi Covid 19

Karena baru pertama kali dilakukan secara bersamaan, belajar di rumah menjadi pengalaman baru bagi guru dan siswa, termasuk siswa yang bertugas. Banyak waktu baik dan buruk terjadi. Salah satunya, keterbatasan jaringan internet. Seperti diketahui, sistem home education menggunakan teknologi dan koneksi internet untuk menghubungkan guru dan siswa secara online.

Menengok Keseruan Booth Fitb Di Open House Pendidikan Itb 2022

Seringkali koneksi internet yang tidak stabil menghambat kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas. Pekerjaan dikirimkan terlambat karena masalah jaringan.

Waktu belajar dan waktu luang dihabiskan di rumah dan juga di sekolah. Mereka mengikuti home education setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu.

Sejauh ini, siswa menikmati belajar di rumah. Dalam rutinitas sehari-hari, mereka juga dapat berkomunikasi dengan teman-temannya melalui obrolan.

Demikian juga dengan absensi. Salah satu orang tua, Elang Riki Yanuar bercerita tentang keseharian anaknya Elang Ridho yang duduk di bangku kelas 7 SMP Budi Luhur.

Manusia Cerdas Adalah Mereka Yang Siap Sedia “berubah Sesuai Tuntutan Zamannya”

Kelas biasanya dimulai pukul 08.00 pagi. Di awal kelas, absensi siswa ditangani melalui aplikasi Google Classroom.

“Harus tulis nama lengkap dan kelas. Nanti tunggu tugas dari guru,” kata Elang Riki, direktur.

Hal yang sama berlaku saat menulis pekerjaan rumah (PR). Aplikasi Google Kelas sangat penting bagi siswa. Yang harus mereka lakukan adalah mengirimkan semua pekerjaan rumah mereka melalui aplikasi Google Classroom.

Selain itu, wawancara dengan guru juga dilakukan melalui aplikasi Zoom. Penggunaan telekonferensi kini menjadi penting sejak pemerintah menetapkan kebijakan home education.

Pusat Jantung Nasional Harapan Kita

Sedangkan dari sisi guru, setiap guru membuat kelompok diskusi untuk memantau proses pembelajaran. Semua batasan dan instruksi dijelaskan dalam grup.

“Sebagai guru di BK (dalam pelatihan) saya telah membentuk kelompok diskusi di kelas yang khusus untuk BK dan siswa di dalamnya. Tujuannya untuk memantau pembelajaran anak. Keterbatasan yang mereka tunjukkan akan dikirim ke guru dan kepala sekolah,” kata guru BK dari sebuah SMA swasta di Jakarta, di

Dengan homeschooling tentunya pengawasan guru berkurang. Beberapa anak cenderung mencuri waktu untuk melakukan hal lain, sehingga tidak fokus pada pekerjaan.

Hal itu dibenarkan oleh Riki si Elang. Putranya sering menyelinap ke media sosial. Baginya inilah saatnya untuk menjaga dan mengingatkan anak-anak untuk kembali bekerja.

Tantangan Dan Solusi Pengajaran Paud Di Masa Pandemi

“Untuk game dan monitoring lainnya, biasanya aplikasi Google Family Link digunakan di handphone anak. Oleh karena itu, untuk sementara game dibatasi hingga pendidikan online selesai,” ujar Elang Riki.

Wajar jika anak bosan dan tergoda untuk bermain alih-alih mengerjakan tugas sekolah. Kehadiran orang tua penting untuk pemantauan dan konseling.

“Kebanyakan saya kasih saran. Karena hasilnya cepat, anak bisa melakukan hal lain yang disukainya,” kata Elang Riki.

Model serupa digunakan oleh Yudha Wirakusuma. Yudha mengajarkan arti tanggung jawab kepada anak-anaknya agar mereka memiliki bekal untuk menyelesaikan semua tugas sekolah.

Kuliah Online Dari Perspektif Mahasiswa

“Beri pemahaman kepada anak tentang arti tanggung jawab, agar semua keputusan moral memiliki konsekuensi. Kemudian berikan pemahaman tentang pembagian waktu,” kata Yudha.

Tak hanya itu, Yudha juga punya cara tersendiri agar anak-anaknya tidak bosan. Salah satunya adalah dengan bermain tebak gambar dan mengajak anak-anak untuk membenahi mainan kesayangannya saat istirahat.

“Saya mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan seperti melukis dan memperbaiki mainan populer.

Yudha memiliki dua orang anak. Anak pertama adalah Muhammad Fathan As Salafy, kelas 4 SDIT Ar Rahman. Sedangkan anak kedua, Muhammad Aldebaran Alghalibi bersekolah di sekolah kecil.

Cerita Akhir Pekan: Suka Duka Para Orangtua Saat Mengajar Anak Di Rumah Berbulan Bulan

Diakui Yudha, mengurus dua anak bukanlah hal yang mudah. Banyak anak yang peduli dengan mereka. Untuk mengatasinya, Yudha bergandengan tangan dengan istrinya.

Homeschooling itu fleksibel. Siswa tidak harus bangun pagi untuk sarapan dan bersiap-siap ke sekolah. Namun, beberapa siswa cenderung terlambat untuk kelas online.

“Ada siswa yang bangun pagi-pagi. Saat ini program pembelajaran daring sudah dimulai, jadi sudah terlambat. Guru harus membacakan kepada siswa untuk memulai pekerjaan rumah, kemudian guru akan membacakan kepada siswa untuk memulai pekerjaan rumah, kemudian guru akan membacakan kepada siswa sistem absensi yang benar Itu diulang setiap hari dan dilaporkan ke kepala sekolah,” kata seorang guru di BK SMP Swasta yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di sekolahnya, tidak ada hukuman keras bagi siswa yang datang terlambat ke kelas. “Hanya penegasan dan pengingatan terus menerus dari kelompok belajar dengan guru desa dan kelompok pendamping itu sendiri, serta komunikasi dengan orang tua agar anaknya mendapat perhatian lebih dalam program home education ini,” ujarnya.

Guru At Taubah Dipercaya Memberikan Refleksi Belajar Online Selama Masa Pandemi Covid 19 Melalui Radio Republik Indonesia (rri)

Seorang guru SMA yang masih muda mengatakan masih banyak siswa dari sekolah lain yang tidak memiliki laptop dan perlengkapan lainnya. Keterbatasan ini membuat siswa tidak pandai mengerjakan dan tidak bisa menyerahkan tugas tepat waktu.

Untungnya, guru bisa mengerti. Mereka yang dibatasi oleh perangkat digital dimaafkan. Misalnya memposting tugas untuk setiap pertemuan guru, atau tugas akan ditulis nanti.

Proses pembelajaran online menghilangkan tenaga pengajar. Guru perlu menyiapkan banyak tenaga, karena harus banyak belajar mata kuliah online, menyiapkan kuota, dan kesulitan mengoreksi hasil yang kadang tidak berjalan dengan baik.

Seperti mahasiswa yang mengeluh karena terlalu banyak pekerjaan. Setelah ujian, banyak guru mulai mengurangi beban kerja untuk memudahkan siswa.

Selamat Tinggal Masa Putih Abu Abu

“Mungkin ada beberapa siswa yang tertarik karena di beberapa sekolah setiap hari mereka hanya memberikan satu jam pelajaran selama tiga jam untuk mengerjakan tugas yang ada di setiap pelajarannya,” ujarnya.

Dalam proses home education, guru memiliki cara tersendiri untuk membuat siswa tertarik untuk belajar. Salah satunya dengan memberikan kalimat motivasi yang membuat siswa tertarik agar selalu siap memulai belajar di rumah setiap harinya.

“Dengan begitu, mereka menunggu setiap hari sebelum sekolah dimulai, mereka masih menunggu materi atau kurikulum hari itu. Artinya, siswa sudah siap menggunakan proses belajar dari rumah,” ujar Guru SMP tersebut.

Belajar di rumah yang berlangsung sekitar satu bulan itu rupanya sangat mempengaruhi Elang Ridho. Dia pikir dia suka pergi ke sekolah karena dia bisa bertemu teman.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Smpn 1 Padalarang Lakukan Assesmen Diagnostik

“Kalau belajar di rumah, ada internet. Kerjanya gampang karena bisa cari langsung di Google. Di sekolah, handphone disimpan di ruang kelas selama jam belajar,” ujar Elang Ridho.

Homeschooling dianggap menyenangkan bagi siswa. Sebab, selain waktu untuk mengubah, siswa juga terbantu untuk mencari kapan selesai mengerjakan.

Guru juga merespon dengan baik selama pembelajaran jarak jauh. “Alhamdulillah kalau ada yang kurang paham, gurunya mau menjelaskan dan bekerja sama dengan baik,” kata Yudha.

Sementara itu, kata Elang Riki, selama jaringan internet tidak terganggu, penelitian akan berjalan lancar. “Jangan lupa kasih jajan untuk anak-anak,” ujarnya. Proses belajar mengajar saat ini dilakukan melalui media online, karena ada begitu banyak media yang cocok untuk belajar mengajar secara online. Anak-anak, remaja, atau orang tua tidak boleh bermain di luar rumah. Oleh karena itu tetap dapat membuka kelas untuk semua siswa dan siswi, yang disebut internet atau cara penggunaan internet. Dengan menggunakan teknologi yang efektif dalam membuat orang bekerja, melalui kehidupan ponsel dan Internet, membuat hidup lebih mudah dan tidak jauh. Bahkan sekarang pendidikan bisa dilakukan secara online.

Buku Pandemic Effect (hikmah Dan Kisah Para Pejuang Pendidikan Di Masa Pandemi)

Namun di sisi lain juga menimbulkan masalah karena ada beberapa tempat yang tidak terjangkau jaringan internet atau alat elektronik tidak ada karena keterbatasan pasar sehingga tidak bisa membeli. Meskipun belajar

Mereka masih terbatas dan tidak bisa mengikuti instruksi. Dan ini sangat disayangkan. Tugas pemerintah saat ini adalah mengurusi pembangunan infrastruktur di daerah terpencil yang belum memiliki internet atau teknologi.

Saya pribadi terkadang menghadapi masalah karena jaringan internet tidak stabil, ketika guru menjelaskan jaringan itu hilang begitu saja dan saya bahkan tidak bisa mendengar penjelasan guru. Masalah kuota internet pun jadi masalah karena saya selalu beli paket padahal ngobrol online seperti ini saya jarang dapat uang. Dan kadang karena keluarga saya selalu sibuk jadi jarang membantu dan jarang. Selain itu, semua online ini memiliki efek yang sama karena saya memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga saya. Saya dapat belajar dan bekerja kapan saja dan di mana saja jika saya tidak melewatkan tenggat waktu.

Saya juga merasa bosan dan kesepian karena masih belajar online, dan saya ingin sekolah bertemu teman dan saya ingin belajar tatap muka dengan guru. Tapi sekarang saya bisa berdoa semoga wabah ini segera berakhir, pemerintah berdedikasi untuk menghentikan penyakit ini dan kita selalu mengikuti kehidupan yang sehat dan normal untuk menjaga daya tahan tubuh kita dari Covid-19 dan tetap sehat. . Aamiin.Jakarta, 26 Agustus 2020, ada yang berbeda di Desa Pedurenan, Ciledug, Tangerang. Di salah satu sudut, Anda bisa melihat lukisan dengan pesan mengundang orang masuk ke dalam rumah. Juga, gambar ini penting bagi orang yang hidup dalam situasi COVID-19.

Cerita Tasya Menanti Setahun Belajar Tatap Muka Di Sekolah

Proses pembuatan mural ini memakan waktu 2 hari. Untuk hasil terbaik dan terbersih, tim KKN menggunakan proyektor yang menembak langsung ke dinding rumah orang yang tinggal. Selain itu, gambar ini juga dapat dijadikan sebagai sumber gambar baru oleh warga. Kini semua ini berkat kerja keras tim Universitas Budi Luhur.

“Bagus sekali, sehingga anak-anak paham akan hal ini. Kami warga RT 01 sangat berterima kasih kepada mahasiswa Universitas Budi Luhur yang telah bersedia membagikan foto-foto semacam ini,” ujar Khodhijah, warga Pedurenan.

Ya, meski di tengah pandemi ini, mahasiswa Universitas Budi Luhur tetap berkarya untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2019/2020.

Tidak hanya mengajarkan tentang Covid-19, mahasiswa KKN Pedurenan juga ikut serta melawan Covid-19 dengan melakukan disinfektan pada warga Pedurenan di sekitarnya.

Suka Duka Belajar Dari Rumah

Rana Karmina adalah salah satunya

Cara belajar selama pandemi, pengalaman belajar selama pandemi, belajar di rumah selama pandemi, menceritakan belajar di rumah selama pandemi, pendapat tentang belajar online selama pandemi, belajar dari rumah selama pandemi, kegiatan belajar di rumah selama pandemi, puisi suka duka belajar daring di rumah, karangan belajar di rumah selama pandemi, belajar online selama pandemi, contoh karangan belajar di rumah selama pandemi, belajar dirumah selama pandemi